Rudy adalah seorang pengusaha sukses. Bisnisnya makin menggurita. Lokasi usaha ada di beberapa kota. Suatu hari dia mengurus langsung perpanjangan izin usaha di kota A. Biasanya dia menggunakan biro jasa untuk urusan seperti ini. Kali ini dia sengaja melakukannya sendiri karena ingin tahu sejauh mana perkembangan pelayanan publik yang dilakukan pemerintah.

Rudy agak kaget karena ternyata pelayanan mereka sangat bagus. Mulai dari petugas satpam yang dengan senyum sumringah menyapa dan menanyakan maksud kedatangan Rudy hingga para pegawai yang dia datangi semuanya sangat ramah, melayani dengan penuh cinta kasih, dan dengan profesionalisme yang tinggi.

Urusan perpanjangan izin usaha bisa kelar dalam satu hari. Dan yang membuat Rudy makin kagum adalah integritas para pegawai di kantor itu. Rudy tidak perlu lagi merogoh kocek untuk diberikan kepada pegawai yang membantu urusannya sebagai ucapan terima kasih.

Rudy penasaran dengan perubahan ini. Iseng-iseng dia minta waktu ingin bertemu dengan pimpinan kantor itu. Namanya Pak Paryono. Terjadilah percakapan berikut ini:

“Selamat siang Pak Paryono. Perkenalkan nama saya Rudy. Saya sangat kagum dengan perubahan pelayanan yang diberikan oleh staf-staf Bapak. Mereka telah memberikan pelayanan prima. Saya sangat berterima kasih. Urusan saya bisa selesai dengan waktu yang cepat”, ungkap Rudy.

“Syukurlah, Pak Rudy sudah bisa merasakan perubahan yang terjadi pada kami. Mohon doa dan dukungannya agar kami bisa semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarkat”, jawab Pak Paryono.

“Terus terang saya jadi penasaran. Boleh tahu apa rahasianya?” Rudy menampakkan wajah penasaran.

“Semenjak saya dipercaya memimpin unit ini, saya sering menekankan kepada mereka bahwa sesungguhnya yang mereka layani adalah orang-orang yang membayar gaji mereka”, Pak Paryono mulai menjelaskan.

“Maksud Pak Paryono?” selidik Rudy makin penasaran.

“Orang-orang yang mengurus perpanjangan izin usaha seperti Pak Rudy ini adalah orang-orang yang telah dengan taat membayar pajak. Pajak itu adalah pemberian kepada negara yang imbalannya tidak secara langsung diterima. Sebagai imbalan dari pembayaran pajak yang telah Pak Rudy dan masyarakat lain lakukan, kamilah yang wajib memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya. Dan yang lebih penting lagi, gaji yang kami terima berasal dari APBN/APBD yang dananya sebagian besar berasal dari pajak. Masyarakat pembayar pajaklah yang sesungguhnya menggaji kami. Coba kalau tidak ada pemberian dari masyarakat melalui pajak, lalu pemerintah dari mana bisa membayar gaji kami para pegawai negeri? Oleh karena itu, setiap ada kesempatan saya senantiasa mengingatkan kepada mereka agar terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang sesungguhnya adalah orang-orang yang membayar gaji para PNS”, kata Pak Paryono memberikan tambahan penjelasan.

“Wah, sesuatu yang sangat luar biasa Pak Paryono. Konsep Bapak layak ditularkan kepada seluruh aparatur sipil negara agar mereka senantiasa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat pembayar pajak. Dengan demikian, masyarakat pembayar pajak akan semakin antusias membayar pajak. Terus terang bulu kuduk saya merinding mendengar penjelasan Bapak. Saya berjanji untuk terus meningkatkan pembayaran pajak saya, baik melalui perusahaan maupun pajak pribadi saya. Terima kasih banyak ya Pak Paryono”. Rudy mengakhiri perbincangannya dan mohon pamit.

Salam berkelimpahan bahagia,

I Nyoman Widia
Tax & Happiness Coach

SHARE
Previous articleSAYA SUDAH MEMBAYAR PAJAK
Next articleINDAHNYA PUASA
Terima kasih sudah mengunjungi blog saya. Semoga Anda makin berkelimpahan rezeki hari demi hari... Salam berkelimpahan bahagia, I Nyoman Widia

LEAVE A REPLY