Pernahkah Anda merasa kesal ataupun jengkel saat mencuci mobil? Mengapa hal itu bisa terjadi? Bagaimana caranya agar perasaan-perasaan seperti kesal, jengkel, membosankan, dan sejenisnya tidak mucul?

Sebelum membahas cara agar perasaan-perasaan negatif tidak muncul, perlu juga kita bahas terlebih dahulu mengapa perasaan-perasaan negatif itu muncul ketika kita mencuci mobil?

Perasaan-perasaan kesal, jengkel, marah, dan sejenisnya muncul dalam pikiran kita karena saat itu kita terhubung dengan peristiwa-peristiwa di masa lalu yang tidak sesuai dengan keinginan-keinginan kita. Fisik kita memang sedang mencuci mobil, tetapi pikiran-pikiran kita melayang dan terhubung dengan kejadian-kejadian di masa lalu yang menjengkelkan dan sejenisnya itu.

Sebailknya, kita kadang merasa khawatir, cemas, takut, dan sejenisnya. Hal ini terjadi karena kita sedang terhubung dengan hal-hal di masa depan yang kemungkinan bakal terjadi atau kita alami. Padahal, hal-hal tersebut belum terjadi, tetapi karena kita memikirkan dan lalu menganalisisnya, kecemasan atau ketakutan menyambangi diri kita.

Agar kita tidak terhubung dengan peristiwa masa lalu maupun masa depan, maka saat mencuci mobil kita upayakan agar pikiran kita terhubung dengan momen saat ini, yakni momen saat kita mencuci mobil.

Caranya?

Pertama, kita perhatikan apa-apa yang kita lihat. Warna cat mobil, warna lap yang kita gunakan, warna busa shampoo, bahkan warna kulit tangan saat menggosokkan lap di bagian-bagian tertentu mobil kita. Ketika pikiran kita kita arahkan pada hal-hal yang kita lihat saat kita mencuci mobil, maka secara otomatis kita menjadi terhubung dengan masa kini kita, terhubung dengan momen saat ini.

Kedua, kita juga arahkan pikiran kepada hal-hal yang kita rasakan melalui tangan kita. Rasakan sentuhan tangan di lap mobil, sentuhan tangan dengan air, sentuhan tangan dengan selang air saat menyiram, dan lain-lain. Bhakan, kita juga bisa merasakan sentuhan telapak kaki di lantai (kalau tidak pakai alas kaki), maupun sentuhan telapak kaki pada alas kaki kita.

Ketiga, arahkan pikiran kita pada hal-hal yang kita dengar. Kita bisa mendengar suara sentuhan lap mobil ketika dipakai menggosok ke badan mobil, suara semprotan air, ataupun suara-suara lain di sekitar kita.

Apabila pikiran kita bisa terhubung dengan apa yang kita lihat, apa yang kita sentuh, apa yang kita dengar, dan bau apa yang kita cium, maka sesungguhnya kita sudah bisa terhubung dengan momen saat ini. Ketika kita sedang mencuci mobil, maka kita bisa terhubung dengan momen saat kita mencuci mobil. Dengan demikian, pikiran-pikiran kita tidak terhubung dengan peristiwa di masa lalu yang membuat kita sedih, kesal, marah, dan sejenisnya. Pikiran kita juga tidak terhubung dengan sesuatu di belum terjadi di masa depan yang mampu membuat perasaan kita menjadi takut, cemas, dan sejenisnya.

Akhirnya, aktivitas mencuci mobil merupakan aktivitas yang membahagiakan.

Salam berkelimpahan bahagia,

I Nyoman Widia

LEAVE A REPLY